Gigin dan “Boneka Horta”

Semakin jarangnya tayangan TV yang mendidik saat ini, membuat keprihatinan banyak pihak. Namun coba saksikan program Talkshow “Untukmu Indonesia” di TVRI. Sejauh ini, penulis melihat disetiap episode penayangannya selalu menampilkan tokoh-tokoh yang dapat memberikan pandangan positif tentang kiprah anak bangsa. Banyak hal bermanfaat yang dapat dipetik dari dialog-dialog yang disajikan motivasi, perjuangan, ketulusan dsb.

Program Talkshow TVRI ” Untukmu Indonesia” tanggal 9 Oktober 2010 yang dibawakan oleh Hj. Neno Warisman menampilkan Gigin Mardiansyah, Alumni Bina Siswa SMA Plus Cisarua Angkatan V.

Sepertinya penampilan Gigin di TV kali ini bukan yang pertama kali, penulis pernah menyaksikan lulusan IPB ini menjadi bintang tamu “Bukan Empat Mata” Tukul Arwana.

Yang menarik dari penampilan Gigin di TV, bukan hanya karena beliau merupakan alumni Bina Siswa tetapi juga karena Gigin merupakan wirausahawan muda yang sukses dengan usaha “Boneka Horta” nya.

Tadinya, untuk ‘post’ kali ini, penulis ingin membuat tulisan mengenai alumni kita ini, namun setelah “tanya-tanya” ke om Goggle, ternyata untuk membahas Kang Gigin dan Boneka Hortanya, tidak perlu susah-susah membuat tulisan baru. Ada banyak artikel bahkan video yang menampilkan sosok Gigin  beserta  boneka hortanya. Bagi siswa asrama atau alumni yang lain, silahkan dicek mudah-mudahan bisa menjadi tambahan motivasi untuk terus berkarya.

Tak Lelah Demi Horta

Horta yang membius

Boneka Rumput yang Mampu Cetak Omzet Rp.1 Milyar.

Boneka Horta Sarana Edukasi untuk Anak-anak.

Menuai Rupiah dari Boneka Rumput.

Horta Sang Boneka Rumput.

Serta masuk juga ke blog resminya di:

bonekahorta.blogspot.com

Semoga Gigin dan rekan-rekannya yang menggagas usaha Boneka Horta ini terus menemui kesuksesan.

Seperti visi mereka :

’’Membangun Generasi Cinta Lingkungan yang Dapat Menghijaukan Dunia Melalui Kreasi Mainan Edukatif, Kreatif, dan Imajinatif’’

Yendra Rahmat Pamungkas,Trainer ESQ dari Alumni Bina Siswa

 

Yendra Rahmat Pamungkas

Alumni Angkatan III

Asal Kota Sukabumi

Pendidikan:

S1 Pendidikan Fisika

Profesi:

Trainer ESQ 165 (Licensed Trainer Of Ary Ginanjar)

Meski berasal dari keluarga sederhana –ibu seorang guru ngaji dan ayah seorang kondektur bis- namun Yendra senantiasa diajarkan tentang sebuah visi untuk menjadikan Indonesia lebih baik dan untuk senantiasa mengagungkan Allah dan RasulNya. “Harta akan hilang, penghargaan akan hilang, tapi cinta kepada Allah dan nabi Muhammad jangan pernah tergadaikan dengan apapun,” demikian petuah dari orang tuanya.

Yendra adalah bungsu dari…..selengkapnya di www.esqway165.com

BERITA BERKATIAN DENGAN YENDRA:

Pusjatan Menggelar Training ESQ untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

In House Training ESQ Basic Politeknik Telkom Bandung

Diknas Bandung Gelar Training ESQ Parenting

PENGURUS IKATAN ALUMNI PERIODE I

SUSUNAN PENGURUS IKATAN KELUARGA ALUMNI (IKA)
BINA SISWA SMA PLUS CISARUA PROV. JAWA BARAT
PERIODE I

Diresmikan:
19 Maret 2006

Ketua:
Cucu Suhendar, S.Pd.

Wakil Ketua:
Toha Sapari

Sekretaris:
Saprudin

Wakil Sekretaris :
Asep Sadikin. S.Pd.

Bendahara :
Ade Rahman

Wakil Bendahara :
Abdul Latief

Bidang Pendidikan dan Penalaran

Ketua Bidang :
Dedi Sulaeman S.S, M.Hum

Anggota :
Ade Sudrajat S.Si
Yendra R.P, S.Pd
Irfan Filmi
Zaenal Muttaqin
Suma Nugraha
Eka Sugandi
Khumaedy
Agus G.N
Yunan Sulaiman
Ida Rasita

Bidang Sosial Kemasyarakatan

Ketua Bidang :
Dr. Jaya Suprianto

Anggota :
Budi Sampurna, S.Pd
Ali Murtadho
Narmin
M. Rusman Sulaeman
Andrea Wahyu Yoga
Cahyana

Bidang Wirausaha

Ketua Bidang :
Muhammad Qodri, S.Si Apt

Anggota :
Yadi Sukmayadi, S.Pd
Heri Wijaya
Dedi
Ihsan Fauzan
M. Agung
Viddy Noer Saleh, S.Pd
Aries Fatmara
Fahmi
Eddy Brokoli
Heri Fauzan

Kang Gigin, Pengembang Ide Fenomenal “Boneka Horta”

GIGIN MARDIANSYAH

Alumni Angkatan V (1999/2000)

Lulus Tahun 2002

Pendidikan :

S2 Magister Management Syari’ah Universitas Ibn Khaldun Bogor

S1 Hortikultura IPB Bogor

SMAN 1 Cisarua

Prestasi

PEMUDA ANDALAN NUSANTARA 2010
(penghargaan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga)

News

http://www.Kemenpora.co.id.Gigin Mardiansyah, Limbah Industri Kayu

http://www.thejakartaglobe.com : Meet the Doll That Grows on You

http://www.asepsaiba.com : Horta, the Indoensian Educative Toys

http://www.binasiswasmaplus.wordpress.com : Gigin Mardiansyah & “Boneka Horta”

HALAL BIHALAL DAN REUNI AKBAR BINA SISWA SMA PLUS CISARUA

Acara : Halal Bihalal dan Reuni Akbar Bina Siswa SMA Plus Cisarua

Hari/Tanggal  :   Sabtu, 18 September 2010

Waktu               :   Pukul 09.00 s.d. selesai

Tempat             :   Gedung Serbaguna Bina Siswa SMA Plus Cisarua

Alhamdulillah, Halal Bihalal dan Reuni Akbar Bina Siswa SMA Plus terlaksana dengan lancar yang diisi dengan acara tauziah dan rembuk alumni yang menghasilkan Forum Komunikasi Alumni Bina Siswa SMA Plus dengan ketua Suma Nugraha (Angkatan VI) dan akan mengadakan rembuk kembali (bersilaturahmi) pada tanggal 27 April 2011 bertepatan dengan Disnatalis Bina Siswa SMA Plus.

.

.

.

.

.

.

.

.

Potongan Puzzzle Kang Edi

edi2

Ada yang bilang episode-episode kehidupan yang dijalani seseorang mirip dengan potongan puzzle yang berserakan tampak tidak rapi dan tidak nyaman dipandang namun setelah disusun satu per satu potongan-potongan itu mulai menampakan bentuk yang diharapkan  walau kadang dalam menyusunnya kita harus mencari-cari dahulu dan bahkan kadang mengalami kecelakaan, misalnya bak puzzle tersebut kena senggolan tangan hingga apa yang telah kita susun tumpah dan menjadi potongan tak beraturan lagi. Namun dengan bekal ketekunan  akhirnya tampaklah sebuah karya indah yang bisa dinikmati.

Nah apa bisa ya mengibaratkan cerita hidup alumni yang satu ini seperti potongan puzzle tersebut….??

Berikut cerita dari kang Edi…

edie

Saya alumni Bina Siswa SMA Plus Cisarua angkatan VII…..awal cerita dimulai sejak saya lulus dari SMA Negeri 1 Cisarua yang berati dia juga mesti meninggalkan asrama Bina Siswa SMA Plus Cisarua. Bingung mesti ngapain…ga mungkin juga pulang ke desa (Indramayu) karena malah bisa merepotkan orang tua, yang terpikirkan kemudian adalah bagaimana bisa hidup mandiri setelah tidak mendapatkan bantuan Yayasan Darmaloka dan juga orang tua.

Keinginan kuliah sangat tinggi namun biaya tidak ada, untuk kuliah dengan beasiswa rasanya sedikit pesimis karena masih banyak teman-teman yang jauh lebih berprestasi peluangnya sangat kecil, akhirnya memutuskan untuk langsung bekerja saja.

Alhamdulillah dengan bekal pelajaran KBM Plus Komputer di Bina Siswa SMA Plus saya diterima menjadi teknisi/operator komputer di daerah Cimahi.

Bekerja di tempat itu tidak sampai satu tahun, saya berusaha mencari tempat kerja yang lebih sesuai dengan harapan. Namun akhirnya saya sempat terlunta-lunta di kota Bandung selama 3 bulan..numpang tinggal di rumah teman sampai tidur di pingir jalan pernah  saya alami. Untuk bisa makan pernah mencoba jadi pedagang asongan di bus kota Bandung dan terminal-terminal.

Sering saya rasakan keinginan untuk pulang ke rumah orang tua namun tidak punya uang untuk ongkos kesana. Namun alhamdulillah ketika bulan puasa datang rezeki juga datang akhirnya bisa pulang juga.

Tidak lama tinggal di rumah langsung kembali ke Bandung untuk melanjutkan perjuangan dan ketemu  teman-teman alumni yang seangkatan  untuk tukar pikiran. Setelah itu saya kebingungan lagi karena ga punya tempat tinggal untungnya ketemu kang Zain Al Muttaqin alumni angkatan V yang lagi kuliah di UNPAD Jatinagor, beliau mengajak tinggal sementara sampai dapat pekerjaan.

Alhamdulillah belum genap  satu minggu di sana, berbekal ilmu komputer yang didapatkan selama di asrama tentunya, saya langsung mendapatkan pekerjaan sebagai operator warnet. Nah selama di sana saya tidak tinggal diam, saya pikir inilah kesempatan untuk bisa mengembangkan ilmu komputer saya. Setelah 6 bulan kerja di warnet iseng-iseng mengajukan lamaran ke Family Education Center sebuah lembaga kursus komputer dan ternyata diterima jadi pengajar di sana.

Setelah itu timbul keberanian untuk membuka pelayanan service komputer dan mencoba memberikan layanan service ke warnet-warnet di Jatinangor termasuk instalasi jaringan dan lainnya.

Ternyata jadi penjaga warnet itu banyak memberikan tambahan ilmu komputer saya sampai saya bisa menguasai pemograman,  awalnya VisualBasic namun saat saya baca panduan HTML-Javascript pengarangnya menulis bahwa seorang programer harus bisa bahasa web server akhirnya saya lanjut mempelajari ASP, tapi semenjak windows banyak razia,  ASP makin kurang diminati dan dunia kerja juga kurang membutuhkan, akhirnya dengan menggunakan komputer teman, saya coba belajar Linux dan pemrograman PHP.

Selanjutnya saya mulai kerja jadi programmer di CV. Niftrasoft yang ada di Padasuka-Cicaheum. Project pertama yang saya kerjakan adalah membuat aplikasi isi pulsa handphone melalui web. Project tersbut sempat membuat saya stresss…karena ga tahu apa-apa tentang isi pulsa elektrik handphone. Saya tanya sana sini termasuk ke komunitas programmer ga dapat informasi apa-apa.

Akhirnya saya cari informasi via Google dan setelah hampir 2 minggu baru saya menemukan koding untuk isi plusa dari web  yang terhubung ke Telkomsel, Indosat dan lainnya…hingga software yang dibutuhkan selesai dikerjakan.

Ada sedikit ketidak cocokan saya dengan tempat kerja ini-berkaitan dengan hasil kerja saya, akhirnya saya langsung ambil tawaran kerja lain yang mengiming-imingi gaji 3 kali lebih besar dari gaji yang saya dapat.

Dikerjaan yang baru ini saya lebih sering mengerjakan program berbasis desktop (bukan web) nama perusahaannya Datasarana. Namun ternyata baru 7 bulan kerja disana, perusahaan terkena suatu masalah, saya akhirnya mengundurkan diri.

Saya sempat istirahat sekitar 1 bulan sebelum akhirnya mencoba buka usaha kerjasama dengan teman- salah satunya buka server pulsa elektrik, namun karena kurang pengalaman akhirnya usaha yang dikelola hampir rugi 10 jutaan.

Selanjutnya saya masukan lamaran ke Smart Consultan-Dago dan Solusi Pintar, dua-duanya diterima. Dengan mengatur waktu akhirnya saya bisa kerja di dua tempat tersebut, namun karena merasa cape akhirnya saya melepas kerjaan di Dago dan menetap di Solusi Pintar-Metro sebagai IT Consultant.

Alhamdulillah saya mulai menikmati pekerjaan ini. Salah satu project yang saya kerjakan baru-baru ini adalah website portal untuk salah satu dinas di departemen keuangan jakarta. Senangnya lagi di Depkeu tersebut saya bisa ketemu Tajudin, adik kelas saya alumni Bina Siswa SMA Plus, lulusan STAN asal Indramayu.

Ya.. cerita saya mungkin sampai sana dulu. Mudah-mudahan bisa jadi bahan pengalaman buat adik-adik di asrama. Kalian jangan berleha-leha di sana, giatlah belajar mengumpulkan bekal untuk menghadapi kehidupan sesungguhnya setelah kalian lulus dari SMAN 1 Cisarua dan harus meninggalkan asrama kita…. mudah-mudahan setelah lulus dari sana kalian bisa kuliah dan mendapat beasiswa seperti kebanykaan dari kakak-kakak kalian, namun jika tidak kalian siapkan mental, mungkin saja Allah memberikan jalan yang sedikit berliku.. namun yakinlah itu semua pastinya yang terbaik untuk kita.

Disamping kerja sekarang saya juga masih kuliah di Universitas Terbuka – jurusan Manajemen Ekonomi-semester 6.

Nah kalau ada yang mau kenal lebih jauh bisa kontak saya di

Akhir kata saya ucapkan terimakasih kepada pengurus dan pelaksana Bina Siswa SMA Plus Cisarua serta  kepada guru-guru di SMAN 1 Cisarua serta kepada teman teman seperjuangan Angkatan Tujuh alias “Rakyat Angkuh”.

Info 11/10/2010. Sekarang Kang Edi bekerja sebagai IT di Depdiknas pusat di jakarta.

ZAIN AL MUTTAQIN, S.IP.

Zain al-Muttaqin, S.IP., muslim yang baru memasuki usia kepala dua ini, lahir di Serang zain_al_muttaqinBanten tepat pada Ahad, tanggal 9 Desember. Pendidikan dasar hingga sekolah lanjutan tingkat pertama dijalaninya di tanah kelahiran. Lewat program Boarding School Propinsi Jawa Barat, Zain, panggilan akrabnya, menjadi duta Kab. Serang dan menikmati pendidikan yang mencerahkan di SMU PLUS milik PEMPROV Jawa Barat Cisarua Bandung (1999). Memilih program Bahasa di SMA, membuat penyenang tulisan Jalaluddin Rahmat, Eep S. Fatah, Goenawan Muhamad, Muthahhari, dan K. Amstrong ini berpikir “tersesat di jalan yang benar” dengan masuk Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP UNPAD Jatinangor (2002).
Hobi pria pengemar masakan padang yang tidak suka pedas ini adalah belajar dalam arti luas, travelling dan berolahraga, khususnya bermain sepakbola. Hal pertama dan kedua banyak memahamkan makna hidup yang terasa makin tergerus akselerasi bisnis dan teknologi dalam paradigma materialisme. Sedang hobinya yang terakhir hanya sekedar untuk melepas penat, meski ganjarannya secara individual adalah penganugrahan top scorer PIALA DEKAN FISIP 2006 dan LIGA IP 2 tahun berturut-turut (2004-2006), mengantar IP juara PIALA DEKAN FISIP UNPAD 2 kali (musim 2005 dan 2007), selain mengantarkan FISIP menjadi Runner-Up PORMUP 2005.
Pernah menjadi Direktur Utama sebuah Lembaga Pelatihan dan Pengembangan Diri yang didirikannya pada awal kuliah (2003) di Jatinangor, Zain lantas diamanahi sebagai Menteri Pendidikan dan Penalaran HIMA IP (2003-2004), hingga setahun kemudian didaulat menjadi Presiden HIMA IP (2004-2005). Sempat berkecimpung di Kelompok Kajian Sos-Pol ‘KEKAL’ dan Forum Koordinasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Indonesia (FOKKERMAPI) tahun 2003-2005, turut beraktivitas di KPSDM dan Balitbang KMPM (sekarang DKM FISIP UNPAD), di samping menulis buku serta diskusi di kelompok belajar Fursya-Rahbani Cibiru Bandung (2006).
Beberapa capaian — yang merupakan titik balik seorang Zainal Muttaqin — yang sempat dicicipinya adalah Juara Debat Logika se-FISIP (2003), Juara I LKTM Bidang Pendidikan sekaligus menjadi wakil UNPAD dalam kompetisi tingkat regional di Semarang (2005), Mahasiswa Berprestasi III FISIP (2005), Juara I plus Best Speaker Lomba Debat Mahasiswa se-Unpad BEM KEMA UNPAD (2006), dan mewakili UNPAD dalam Program ‘Dialog Kebangsaan’ di Halim Jakarta Timur (Agustus 2006). Penyenang warna pastel ini juga beberapa kali ikut serta dalam proyek riset dan penulisan di Bandung, Sumedang, dan Banten. Lelaki bertinggi 171 cm dan berbobot 58 kg ini masih berupaya memenuhi undangan menjadi pembicara dan moderator dalam pelbagai program dan kegiatan di Bandung, Sumedang, Garut, Serang, dan tempat lainnya hingga saat ini.
Setelah meninggalkan aktivitas menjadi Staff Pengajar di Lembaga Kursus Pendidikan dan Bahasa Inggris FEC Jatinangor, Kini bujangan yang pernah melakukan akad nikah di tahun 2004 ini, berupaya giat di BALITBANG Klub Riset dan Kajian Ilmu Pemerintahan ‘Greenlight Institute’ Jatinangor, dan menjadi kontributor seling di LKIB (Lingkar Keluarga Intelektual Banten) serta BANTEN INSTITUTE. Pada bulan oktober 2007, ditunjuk menjadi focal point Banten dalam Indonesian Youth Networking for Millennium Development Goals (IYN for MDGs). Awal Desember 2007, diamanahi menjadi wakil koordinator IYN for MDGs Bandung.
Di tanah kelahirannya pula, bungsu dari 7 bersaudara yang meyakini ‘you’re what you think’ ini, sedang merintis usaha di bidang sosial dan pendidikan. Sayang, kurang giat cari calon ibu untuk anak-anaknya kelak, walaupun syaratnya cukup minimal saja; bisa diajak 5B (Beribadah, Berpikir, Bekerja, Bercanda, dan Bercinta).
“Iqra”, itu kata pamungkasnya; andalan untuk menghidupi dunia dengan bahagia dan berharga. Kebahagiaanya jika ada yang berkenan belajar, bergerak, dan berdiskusi secara progressif tentang makna hakikat dan problematika umat Indonesia, atau sekedar bermain futsal bersama. ‘Remaja’ dengan nama panggilan sayang Adek ini dapat ditemui di 0815.722.38.588 atau www.kangzayn.multiply.com.